Sudah Besar

“Kalau kamu sudah besar nanti, kamu mau jadi apa?”

Kalimat itu terus menggema di dalam otakku. Seakan pertanyaan itu adalah pertanyaan yang harus segera dijawab, tanpa berpikir, tanpa menunggu. Namun, aku tak bisa menjawabnya. Aku tak melihat suatu gambaran apapun di kepalaku. Lidahku terlalu kaku dan belum terlatih untuk menjawab pertanyaannya. Hanya tanganku yang dapat kugerakkan. Itupun tak dapat ia rasakan. Aku bingung. Haruskah aku menjawabnya sekarang?

Ia mulai mengelusku dan bertanya lagi, “Kalau sudah besar, kamu mau jadi seperti apa?”

Aku menunjuk ke arahnya. Aku bermaksud ingin seperti dia, yang selalu sabar menungguku, selalu baik terhadapku, selalu setia bersamaku. Aku ingin seperti dia

Iya. Dia.

Sepertinya, ia paham dengan maksudku. Ia menciumku, meskipun terhalang sesuatu. Sesuatu yang aku tak tau apa itu. Kemudian, dengan lembut ia berkata, “Aku akan terus setia menunggumu dan bersamamu.”

Tunggu saja, Papa. Tunggu satu bulan lagi, seperti yang dikatakan Mama, dan aku akan lahir ke dunia ini untuk menjadi sepertimu.

“Walau belum bertemu, aku sudah merindumu, Nak.”

Advertisements

Published by

elmover

Tentang saya? Bagaimana kalau kita bicarakan tentang kamu sambil minum kopi, setuju?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s