Mengapa kita like, share, dan comment di Facebook?

Dalam membuat strategi konten di social media, gue selalu memosisikan diri sebagai audiens. Apakah konten ini akan gue terima, gue sukai, gue komentari, atau gue bagikan? Tapi, ternyata hal ini mudah-mudah-sulit menurut gue. Kayak gue jualan di pasar, gue tau pembeli gue pasti mau beli buah, tapi gue gak tau secara pasti buah apa yang akan paling sering dibeli atau dibutuhkan. Sayang kan kalo ternyata jualan buah dengan banyak jenis, tapi yang dibeli cuma pisang doang, karena ternyata segmen pembeli yang gue dapet adalah ibu-ibu penyuka pisang. Nah, penting banget tau apa kebutuhan pembeli.

Sama juga seperti tulisan ini, sebelum membuat konten dan pusing dengan brief-brief yang ada, coba balik lagi ke alasan “Kenapa gue nge-like, komen, atau share suatu postingan?”

bangwin.net

Facebook

Saya yakin kita semua pernah mengalami ini. Saat masuk kedalam sebuah media sosial dengan niat untuk bekerja, melihat track yang sudah kita lakukan untuk bisa mencapai gol pekerjaan, eh alih-alih malah kita tidak lepas. Dan tanpa sadar kita malah memeriksa notifikasi pribadi, melihat-lihat apa yang baru saja di posting di jaringan kita, lalu lupa sebenarnya apa tujuan awal saat login dan masuk ke media sosial tersebut diawal.

View original post 2,128 more words

Advertisements

Published by

elmover

Tentang saya? Bagaimana kalau kita bicarakan tentang kamu sambil minum kopi, setuju?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s